AWAS, TELAT MELEPAS IUD. BAHAYA LOH!
Bagi para pembaca, pasti sudah mengenal apa yang namanya IUD kan ?
IUD ( Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim ( AKDR )adalah
alat kontrasepsi yang yang dipasang didalam rahim terbuat dari rangka plastic
yang lentur dan benang dengan tembaga atau hormon progestin dan bisa digunakan
dalam jangka waktu lama yaitu sekitar 5-8 tahun.
Apa
Saja Jenis-Jenis IUD?
Setelah tahu
IUD, pastikan juga kita tahu jenis-jenis IUD. Nah apa saja jenis-jenis IUD? saat ini yang umum beredar dipakai diIndonesia ada 3 macam
jenis yaitu :
IUD Copper T, terbuat dari bahan polyethelene di mana pada bagian vertikalnya diberi
lilitan kawat tembaga halus.
IUD Nova T,
terbentuk dari rangka plastik dan tembaga.
IUD Mirena,
terbentuk dari rangka plastik yang dikelilingi oleh silinder pelepas hormon
Levonolgestrel (hormon progesteron).
Apakah IUD Punya
Masa Berlaku?
Bagi para pembaca,
jangan salah presepsi ya. Walaupun IUD bisa bertahan dalam jangka waktu lama,
IUD tetap punya masa kedaluwarsa loh. Sebenarnya kedaluwarsa dalam istilah alat kontrasepsi
memiliki dua arti. Pertama, jangka waktu pemakaian alat
kontrasepsi sudah melampaui batas. Jangka penggunaan alat kontrasepsi IUD
berkisar antara 5-8 tahun penggunaan, dan dalam rentang waktu tersebut terdapat
waktu-waktu khusus untuk mengontrol IUD secara berkala. Kedua, menyangkut kelayakan
kondisi fisik dari mulai dibuat dan dikemas
di
pabrik hingga saat digunakan. Walaupun belum habis jangka waktu penggunaannya
namun kondisi nya sudah layak IUD harus segera dilepas dan diganti dengan yang
baru
Telat Melepas IUD, Bahaya loh
Sejak
dulu alat kontrasepsi IUD bisa dipakai
dalam waktu yang cukup lama. Namun, kandungan tembaga pada IUD dikhawatirkan
pula dapat menyebabkan kecacatan bayi bila sewaktu-waktu ibu mengalami
kehamilan. Yang lebih mengkhawatirkan lagi bila spiral yang kedaluwarsa dengan
kandungan tembaga mengalami dislokasi (berpindah tempat) dari rahim ke rongga perut, bisa
mengakibatkan penyumbatan usus disertai nyeri, muntah-muntah, dan demam. justru
lebih parahnya lagi bisa mengakibatkan peradangan dan pendarahan. Pendarahan
terjadi karena adanya infeksi pada rahim akibat spiral yang sudah
kadaluarsa. Tidak hanya karena spiral sudah kadaluarsa, pendarahan dan
peradangan di sekitar daerah rahim akan terjadi karena adanya pemasangan spiral
yang kurang benar.
0 komentar:
Posting Komentar